Sabtu, 25 April 2015

Pilihan : buat yang mau kuliah

Haii.. lama tak nulis disini, setelah balik dari pulau nun jauh disana ceritanya lagi jetlag gitu karena 1 minggu terdampar dan ga bisa nulis apa-apa  akhirnya baru sekaraang bisa berkunjung kesini dan sekalian nulis pendapatku tentang masuk Universitas, eheehe


Kenapa bisa muncul ide tersebut?

Udah lama juga  niat nulis tentang ini, tapi keimpit” mulu dengan bahan proposal dan hasil penelitian (aacciieeee alesan aja kan yaa?? Padahal tuh tugas akhir dianggurin mulu )



Okee di sekip dulu (skip keleeuss -_-) tentang tugas akhir, dan balik lagi ke pertanyaan kenapa?? Ya Ide ini muncul untuk menjawab kegelisahan ku terhadap pada muda-mudi (asseek bahasanya eii).
Kegelisahan akan para adik-adik yang mau masuk universitas. Okee disini aku tidak akan berbicara untuk adik-adik yang udah jelas langkahnya mau masuk kemana. Aku lebih suka berbicara dengan adik-adik yang lagi galau dan masih remang-remang akan mau masuk kemana, sama dengan yg nulis ini galau ndak manantu se #TertawaGetir



Okee kita start ya (bukan setart loh ya !)

Dulu aku jujur ga punya pegangan sedikitpun mau kemana setalah tamat SMA (Aliyah), mau ambil apa. Benar-benar ga tau arah sama sekali. Tapi beruntungnya, ku temukan passion-ku di Biologi (sok bicara passion kan yaa, padahal nilai aja pas-pasan -_- ). Kita anggap aja passion ya, walaupun disisi lain aku amat menyukai dan ingin syeekaaleee masuk jurusan Hubungan Internasional.

Beruntung mereka yang udah memiliki gambaran tentang jurusan yang akan dipilih nantinyaa. Eh boro-boro memiliki gambaran, jurusan yang mau dituju aja masih meraba-raba yaa??

Nah, saranku disini ialah:
  1. Temukanlah keinginan adik-adik semua, mau ambil apa. (ingat tentukan dulu mau ngambil apa, jangan lihat universitasnya dulu!). ini mudah saja, ga sesulit menghafal pelajaran taksonomi kok. Kita semua tentu tau mana yang kita mau kan, kita tau persis enaknya kita dimana, di pelajaran apa.Yap tentu memilih jurusan yang tepat ini begitu penting dan sangat-sangat sangat penting, kita gau mau nantinya terjebak selama 4 tahun di apa yang tidak kita inginkan.
  2.  Ingat ya, pilih sesuai yang kita mau dan minati. Jangan lihat orang lain, pokoknya you have your own way, jangan ngasal ikut aja !! Kalau adik-adik sekalian, masih remang-remang alias masih sulit juga menemukan mana yang mau, gampang saja… pejamkan mata, bicara secara lembut, panjatkan doa.. minta petunjuk sama Allah.
  3. Kan ada juga kan ya, kita yang terjebak di dua pilihan yang sama sama kita inginkan (terkadang dunia ini memang kejam syeekaaleee), ya kita mintalah saran-saran dari senior yang memang dia dijurusan yang kita pilih itu. Penting untuk meminta pendapat mereka, ya saya sarankan ke mereka yang memang dijurusan itu ya, jangan kamu minta saran ke senior yang dia di jurusan B sedangkan kamu maunya di jurusan Z. Kenapa?? Ga kenapa-kenapa juga sih, ibaratkan kamu mau beli gadget, kamu mau beli Blackberry tapi kamu minta saran ke orang yang makai Samsung, think about it !.
  4. Pake nanya lagi kan ya, gimana cara nemukan senior yang dijurusan kita mau itu? Ga usah tanya yang simpel ini deh ! ini begitu simpel kok, paling mudah kamu searching aja, itu orang yang malas komunikasi secara langsung kan ya :D (enggaklah becanda kok, makanya jalin komunikasi dari sekarang dan sedari awal itu penting banget, maka jalinlah sillaturrahmi dengan siapapun dan dimana pun).
  5.  Setelah kita udah pasti mau ngambil jurusan apa, kemudian tentukan universitas nya.
  6. Dari kesemuanya, tentu hal yang paling penting adalah kita selalu minta pentunjuk sama Allah dan juga minta nasehat dan dengarin nasehat orang tua, percaya deh ini suatu saat nanti ga bakalan membuat mu kecewa.
Ini, yang mau saya bicarakan secara bebas menyangkut point-point diatas. Okee kita langsung aja dengan memilih universitas.

Sesuai dengan pengalaman saya saat masa-masa akhir SMA (Aliyah), kan banyak tu yang nanya-nanya mau kuliah dimana? Mau lanjut kemana?
Trus kita pasti ngejawabnya : mau masuk UI, trus yang lain pada jawab ITB, UGM, pokoknya kita jawab sekitaran universitas yang emang ngetop banget di Indonesia (kenapa ga sekalian jawab: mau masuk MIT, Cambridge #antimainstream ).


Kalau saya dulu, jawabnya mau ke Biologi Unpad (pantang kalah) hahaha... entah apalah yang mengilhami saya, memilih Universitas Padjajaran waktu itu. Dan sekarang saya sangat-sangat bersyukur menjadi bagian dari Biologi Universitas Andalas (eeaaahhh !!), really it’s feel great being a part of Biology at Andalas university.

Kenapa?? Tentunya secara peringkat Unand dibawah UI dan universitas top lainnya kan?, tetapi secara subject yaitu perjurusannya, belum tentu juga Biologi Unand jauh ketinggalan dari universitas top tersebut, at the end, saya sangat bersyukur sekali lolos di Biologi Unand. Ya bisa dikatakanlah untuk jurusan Biologi Unand ini, boleh diadu lah dengan IPB dan UGM, kalau dilihat-lihat itu loh saingan yang pantas untuk jurusan Biologi Unand ini.

Nah, what I’m saying to you all: jangan lihat universitas itu hanya berdasarkan nama besarnya saja. Pertimbangkan hal lainnya. Memang tidak salah, kalian semua memilih universitas di Jawa sana yang memang rekam jejaknya bagus, tetapi banyak hal yang harus di pertimbangkan. Apakah untuk minat atau jurusan yang kalian pilih itu memang cocok di universitas itu atau ada universitas yang tak terlalu” top top benar tetapi secara subject yang kalian mau di universitas itu top bangetlah, istilah sederhanana nya begini: untuk jurusan teknik sipil bagusnya universitas N, Kimia bagusnya di universitas S, Akuntansi cocoknya di Universitas A. Hukum cocoknya di Universitas L, Sejarah cocoknya di Universitas C.

Lagi-lagi disini yang harus kalian kuatkan adalah JANGAN IKUT-IKUTAN. Ini penyakit labil yang dari tahun ke tahun selalu bertambah pasiennya. Kenapa harus ikut dan lihat teman, kalau kita punya pilihan sendiri, perjuangkan itu, mau orang ngatain apa, terserah mereka. Yang penting kita sadar akan tujuan kita sendiri, dan kita tau resiko nya bagaimana, yaa maju saja. Jangan pedulikan omongan orang lain.

Misalkan si A memilih universitas Z, nah kita mau juga universitas Z. Karena universitas Z ini bagus. Semua orang tau ini universitas  bagus, yaa bagus darimana?? Karena dia terletak jauh trus dikatakan bagus? Karena selama ini digadang-gadang media massa bahwa ini lah universitas ngetop di Indonesia??
Haiii, teliti lagi ya bagusnya darimana? Dari segi apa??

Saya ga frontal kok, lantaran saya ga lulus di universitas di luar Pulau Sumatera, lalu seakan-akan saya nulis ini sebagai semacam pembalasan?? Nggak, juga lah ya, saya ga kayak gitu kok orangnya.



 Juga ditekan kan, adik-adik tau sendiri lah kan sampai mana kemampuan diri kalian, jangan pasang target terlalu tinggi yang melebihi kapasitas kemampuan kalian itu, yang nantinya membuat kalian kecewa ga lulus masuk universitas tersebut. Ya, kalau kalian sudah tau dengan diri sendiri dan kemampuan kalian sampai mana, pilihlah yang kalian mau dan kalian yakin itu memang cocok, dan lagi – lagi semua ini memang tentang pilihan, ga ada paksaan kok.


==========================
Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin tulis kan tentang suatu cerita yang dialami oleh salah seorang dosen saya.

Ketika kami kuliah, dosen saya lalu bercerita pengalaman beliau saat masih menempuh studi di salah satu universitas di Jerman.  Ceritanya dosen saya ini masih pertemuan pertama kuliah, alias masih mahasiswa baru kan ya, kalau mahasiswa baru ya biasalah ya kita saling memperkenalkan diri.
Lalu dimintalah perorang didalam kelas tersebut memperkenalkan diri masing-masing. Tibalah giliran dosen saya ini ”perkenalkan nama saya bla blaa blaaaa, saya berasal dari Universitas Andalas, Indonesia”. Lalu kemudian salah seorang teman kelas dosen ini bertanya ”Universitas Andalas?? Universitas dimana itu?”

Pertanyaan tu diajukan hanya sebagai ”cemoohan”, lantaran si mahasiswa sok itu berasal dari universitas di luar Sumatera. Merasa universitas dia  yang bagus. Sedangkan dosen di Jerman itu saja tidak menanyakan ”universitas dimana itu”.

Lah ini bagaimana?? Tidak ada sopan santun kah yang dia dapat di universitas sebelumnya?, kenapa menjatuhkan teman senegara??

Saya pribadi berpendapat orang seperti ini sudah gagal dari awal !

” jangan takut kuliah di universitas yang tidak terlalu ngetop, toh pada akhirnya kita sama-sama duduk di Jerman, sama-sama kuliah di Universitas Top di Jerman. Yang saya pesankan kepada kalian adalah sikap. Apa gunanya kuliah ngetop, tapi sikap dan mental tidak top??”

Itulah pesan dari seorang dosen saya, berharap adik-adik yang mau melangkah ke Universitas bisa mengambil pelajaran dari yang dituliskan ini.

NB: bisa kok kalian yang berencana masuk Biologi kita diskusi, free to ask yoo.. ehehee,









Kamis, 19 Maret 2015

Pernyataan ku dan Maaf

Haii kawan - kawan…

Kepada kawan” ku seangkatan Biologi 2011.

Kita sekarang sudah memasuki masa-masa penelitian, dimana membutuhkan banyak bantuan dari teman semua, ya intinya saling tolong menolong demi menggapai toga.

Terkhusus untuk penelitian yang sedang kujalani saat ini...

Sebenarnya aku pun juga tidak tau harus darimana aku menulis, tapi harus kuungkapkan detailnya disini, karena aku termasuk tipe yang nonverbal juga (menurut EYD #eehhhbusetdeh) berhubung hal ini jadi semuanya tidak bisa ditangkap juga kan ya kalo aku ga ngomong secara langsung dan terang-terangan, kenyataannya aku mengungkapkannya secara ya mungkin dengan semacam tanda, gerakan atau apalah yang jelas bukan langsung dengan kata-kata.

Mohon Maaf dariku kepada kawan-kawan

Yang kadang dengan sikapku ini, jadi menimbulkan suuzan yang bertebaran dimana-mana.

Kawan-kawan semua sudah  tau aku penelitian di negeri nun jauh disana.. (lebayy) yang tentunya membutuhkan bantuan dari kawan-kawan (sangat membutuhkan malah), namun disini aku memilih beberapa orang teman yang kubawa untuk membantuku dilapangan nantinya.

Bukan bermaksud membeda-bedakan, bukan bermaksud aku memilih teman ini atau teman itu, jujur tidak ada maksudku seperti itu...  ini hanya dibatasi mmm... kalau boleh disebut seperti dibatasi budget. Cukup sampai disitu? Atau perlu aku jelaskan lebih detailnya?? Hehehee...

Okee akan kulanjutkan,
Memalui diskusi alot (Cieelaaaahhh) dan terkesan aku sering mengeluh dengan pembimbingku *MohonMaafBapakPembimbing*... siapa yang harus aku bawa (simple aja kan sebenarnya? Tapi aku yang membuat semua ini kelihatan ribet).

Oh ya aku teringat, Oktober tahun lalu.. ketika ku pertama kali survei kesana, beberapa kawan menyesali karena kenapa mereka tidak kuajak juga, kemudian aku merasa timbullah suuzan yang bertebaran dimana-mana, for your information aku benar-benar sedih tak terkira jika semuanya berpikiran seperti itu, sekali lagi bukan maksud ku memilih ini itu... tapi melainkan dengan berbagai pertimbangan seperti : jadwal survei yang bentrok dengan kuliah lapangan Ilmu gulma dan Ekologi terestrial. That’s a big trouble, hah??

Kemudian sekembalinya aku, banyak diantara kawan-kawan yang meminta untuk ikut juga penelitianku disana (dalam hati ku berucap aku juga ingin membawa kalian kesana), tapi pada saat itu bukan itu yang ku pikirkan. Aku memikirkan proposal ku yang jauh keteteran karena keteledoran dan kemalasan yang terus ke pelihara (wuussshhhhhh pergilah jauuuuuhhhh). Kemudian memasuki bulan Januari, semakin bertambah yang menanyakan siapa yang akan ku bawa untuk membantu ku penelitian, jujur saat itu aku belum tau persis siapa saja yang akan ku bawa. (Berarti galauu kan yaa??? Ahhh ga jugaaa tuhhh -_-’ )

Tadi diatas juga sudah ku singgung, karna aku sering mengeluh dengan dosen pembimbing. Mengeluh karena ya jadwal penelitian ku yang bentrok dengan teman-teman yang akan survei, seminar proposal, akan melakukan penelitian juga.  Does it make sense, friends??

Okee akan lebih ku rinci lagi,
Jadi, terlihat kann ya.. aku secara tidak langsung mengcancel beberapa teman yang aku harapkan bisa membantu penelitian ku. Karena ya itu tadi.. ketidakberanianku untuk bicara secara langsung, jadi terlihat aku mengabaikan teman” yang memang bisa menolongku dilapangan.

Jadi intinya disini teman, aku hanya ingin teman-teman bisa menyanggupi tanpa aku harus aku katakan langsung (begok kan yaaaa?? Woiiiiiiiiiii... iya terlihat pathetic gitu yang nulis ini).

Aku tidak ingin kalian semua keteteran dengan waktu mepet ini, memang iya harus ada yang dikorbankan.. tapi aku memilih untuk mengurangi resiko yang sudah ada sejak ku sanggupi semua ini. Akibat seperti itu aku jadi bingung sendiri meminta bantuan kesiapa... hahahaahaaahaa (gembeeellll).

Disitu satu lagi, lambat ku memikirkan siapa yang akan ku bawa.. berhubung karena process recovery yang begitu lambat setelah aku mmmmm... semacam porak-poranda gitu karena seperti di PHP-in yang buat janji ketika ku iya-kan untuk ikut kesana.

IYAAAA QAMOOOHH YANG MENJANJIKAN SEGALA MACAM KEPADA KU!!

Tetapi ya begitulah.. aku masih merasa di dustakan (apaaalaah yaa........ begitu mendramatisir syekaleee Siti ’Aisyah ini) jadi terus terang sulit bagi ku saat itu untuk berfikir siapa yang cocok aku bawa kesana, karena masih ada sisa-sisa badai yang meruntuhkan pertahananku to do research there...

Berangkat dari itu juga teman, karena aku tahu persis bagaimana sakitnya menyandang diri sebagai korban pemberi harapan palsu ini, aku tidak ingin teman-teman semua mengalami hal ini. Jadi sekali lagi, bukan bermaksud ku memilih ini itu ketika banyak yang meminta ku untuk ikut  kesana.

But honestly, aku sangat menghargai ketika teman banyaak yang ingin ikut... maaf jika semua terasa ku abaikan, bukan bermaksud aku begitu...  mohon maaf.

Yaaa.. begitulah penjelasan dari ku, aku rasa semua ini gamblang ku ceritakan. Berharap maklum dari teman-teman semua.

(saat itu, aku merasa semua ini menipu-ku secara terang-terangan... terasa habis manis sepah dibuang, karena aku tau itu bukanlah komitmen orang lapangan. Aku tau betapa solidnya orang lapangan itu, setidaknya itu lah defenisiku mengenai orang lapangan ketika ku melihat seniorku dilapangan, it’s mean: pantang maninggaan kawan, ndak mamantiangkan diri surang se....
Haiii, pendapatku yang diawal tadi bisa dirubah kok.. jika semua ini clear membuatku paham, tapi maaf tampaknya terlalu menganga syekaleee luka itu jadi sulit untuk ku terima alasan ini itu, but you know exactly time heals everything, right?? )

Ahhahaaa... heii take it easy friend,
Jika tulisan ini kalian temukan bertahun-tahun setelah ini, aku berharap tidak selama itu suuzan yang bertebaran disana.

Hehehehee,
Padang, 18 maret 2015
10.29 PM







Minggu, 15 Maret 2015

All of Me

Dan apa hubugan All of me-nya Siti Aisyah dengan All of me-nya John Legend???!!

Jadi ceritanya begini, berawal dari suatu kostan yang ga terawat kemudian terdengarlah seseorang menyanyikan... jugijakgijuuukkk <<< maaf pemirsaaa yang nulis ini lagi sarap karena mood runtuh seketika.

Eheemm #BenerinDasi, jadi ada satu lagu saat pertama kali dengar lagu ini gue langsung suka, sering banget di putar, entah itu ketika dikostan, di rumah lagi nonton gosip ehh tiba-tiba ada lagu itu, kebetulan juga pas wisudaan ada juga yang nyanyiin lagu tersebut. Pun juga teman sekostan sering mutar lagu itu.

Karena maklum lah yaa.. bahasa inggris gue masih centang prenang alias berantakan, jadi pas dengar bagian Reff-nya : ”and you give me hope”. Cuman kalimat itu yang bisa gue tangkap. Jadi lah gue  masukin ke google kalimat tersebut. Satu persatu lagu yang disaranin si mbah itu gue dengar.  Alhasil.. gue dapat ga lagu yang dimaksud?? Ya enggaklaah yaa...

Lain yang dimaksud hati, lain pula yang dikasih mbah google. Itu yang bego siapa?? Eloo kalii
Tapi gue ga nyerah sampai disitu, bermacam-macam kata kunci yang gue masukin seperti: lagu barat yang melankolis penyanyi cowok (saking penasarannya sama lagu itu), lalu keluar lah semacam Daniel Bedingfield, cita citata (and what??!!) Richard marx, Brian McKnight dan lain-lain.
Karena gue tipe yang pantang menyerah (dari hooongkongggg, di suruh revisi proposal 3 hari aja langsung nyerah -_-) jadi kembalilah gue ngeyakinin diri di bagian reff-nya itu ”and you give me all” atau ”and you give me hope”?? Perang batin di mulai.

Ga dapat apa-apa dari kata kunci yang gue masukin itu. Dari sana gue mulai mengutuki diri sendiri, udah berapa tahun sih elo belajar bahasa inggris?? seberapa pemalas nya sih elo latihan listening?? Gue mulai teriak-teriak ”tolong-toloooooooooonggg ada orang bertengkar”, yang dengar malah nanya ”dimana?? Siapaaa”, truuss gue jawab dengan histeris ”ini di dalaaamm dirii sayaaaaa” #SambilNangisAlaBritish

Hanya ngandalin insting semata tanpa tau apa judulnya siapa penyanyinya, pencarian gue ga berbuah apapun, Karena gue juga udah palak/sakit hati/makan hati... ”yaa sudahlaahh mungkin suatu saat bisa ketemu lagu tersebut” (semacam kalimat pasrah gitu)

Jreeengggg jreeeenggggg.... tralallalalalalaa


Berhari-hari kemudian, berbulan-bulan, bertahun-tahun (lebay alaaayy) akhirnya saya ketemu juga itu lagu!!!

Sore kemaren, mau masuk waktu maghrib gitu..  teman kostan gue pergi keluyupan entah kemana mengasah batu akik *ehhh* dia ninggalin kamar dalam kondisi laptop masih ternganga meraung-raung sendiri dengan volume maksimal. Berhubung hal ini masuk dalam kategori pencemaran telinga, jadi gue kecilin volume laptopnya dia, sambil nukar lagu yang enak didengar, truss gue ngelihat di playlistnya: All of me-John Legend. ”putar ini ahh... siapa tau lagunya asiiik”.
Nah, ga beberapa lama.. sebelum gue terduduk dikasur gue sendiri, terdengar:

‘Cause all of me
Love all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me

Gue berteriak: ” I get yaaa!!”... oh man ini lagu yang selama ini gue cariii-cariiii woiiiiii.

tentang blog ini yang dikasih judul All of me, itu sama sekali ga ada kaitannya dengan lagu tersebut. Karena jauh sebelum gue dengar lagu All of me-nya John Legend, ini blog juga udah bernama ”All of me” yaa walaupun sempat beberapa kali ganti nama: Coklat (karna gue suka bangett bengettt warna coklat), Birding (bukan gue suka banget nget ngett sama burung, tetapi berangkat dari penelitian tugas akhir aja, jadi istilah nya gue mendalamin tentang burung), dan terakhir mungkin ini yang terakhir >>All of me<<.

Yaa alasan beberapa kali sempat ganti waktu itu karena Coklat ataupun Birding agak kurang srek aja, jadi gue mikir lagi apa bagusnya nama blog ini. Berhubung blog ini berisi tentang cerita-cerita pengalaman gue (pengalaman apaan coba ya??) jadi ya gue kasih judul begitu.  Di All of me ini para pembaca ga akan nyangka gue di dunia asli kayak gimana (Setan kalii??), jadi intinya yang gue tulis disini ”yaa itulah gue”.


Singkat kata, All of me yang ini ga ada hubungannya sama nyanyi-nya John Legend yang tadinya gue penasaran bingittsss, mungkin itu semacam puzzle aja kali... suatu saat Allah izinkan gue ke abroad,, ehehee....

Rumah

Bagi gue pulang ke rumah sekali 2 minggu adalah hal yang yang menakjubkan, hari yang gue tunggu-tunggu. Pulang… merupakan kata dimana rindu begitu membuncah, apalagi bagi gue sebagai mahasiswa tahun akhir ini dimana hari-hari menjadi tekanan dengan beban bertambah ketika banyak yang menanyakan “Kapan wisuda??”  “penelitiannya bagaimana??”.


Rumah, iya betul ungkapan ini kerasa banget “Home is the place that I want to return again and again”, ya begitulah kalimat ini begitu mewakili perasaan gue saat ini. Rasanya ketika pulang dan bertemu kedua orang tua, diri ini terasa di charge kembali (kata si Debbi) terasa beban ini terangkat, dan kembali semangat lagi.

Sekarang baru gue mulai merasa begitu penting arti rumah, begitu penting arti doa orang tua buat anaknya, begitu penting untuk terus bercengkrama dengan kedua orang tua. Bukan berarti selama ini gue abaikan, tapi ya gue baru begitu paham dan menyadarinya saat ini. Karena jarak ini yang mengajari semuanya. Oleh karena itu teruslah bersyukur bagi mereka yang bisa bertemu dengan kedua orangtuanya tiap hari, itu tak ternilai dengan apapun.

Iya emang jarak merantau gue Padang-Bukittinggi tidak begitu jauh dibandingkan teman-teman yang kuliah di luar Sumatera Barat. Tapi bukan dekat ataupun jauhnya yang menjadi tolak ukur, melainkan rasa rindu. Dan gue termasuk tipe yang sedikit-sedikit merindu... sedikit-sedikit ingin pulang. Walaupun udah memasuki tahun keempat gue kuliah, tapi tetap aja ketika  harus balik ke Padang, gue nangis di pojokkan eiiii *BritishBanget*, gue tetap merenung di tranek sampai meneteskan air mata.. apalagi kalau bukan: aku ingin pulang (belum juga sampai di Padang).

Dan juga gue baru sadar, ritme belajar gue itu kalo di rumah hanya DATAR saja, alias ga pernah belajar. Iya pulang bawa buku kuliah, bawa proposal penelitian... tapi itu hanya sebagai formalitas saja~ karena jangankan dibuka, dipegang aja nggak muuahahaahaaa. 
Tapi aneh juga, kadang gue udah ketebak walaupun ga pernah dibuka, tapi tetap aja buku kuliah itu gue bawa pulang, walaupun di rumah cuman nginep dua malam dan ga sempat dong belajar segala macaamm, dasar gembeeellll memberat-beratkan saja.

Yang jelas bagi gue rumah adalah tempat istirahat yang nyaman ketika aktivitas kuliah mulai sibuk tak menentu, ketika stress mulai meningkat.. ya rumah lah obatnya.

14032015 Di rumah, jam 5 sore
Dengan hujan mengundang rindu

ditambah alunan suara Brian Mcknight-Marry your Daughter #ehh

Selasa, 10 Maret 2015

Hati

wusssshhhhhhh *istilahnya lagi ngelap keringat*
kemaren 9 Maret, gue udah seminar proposal.. but what I want to tell it's not seminar, ok.

sekarang, entahlah ya... gue galau sumpah, ga tau kenapa. susah banget mendekripsikan hati yang lagi berserak,

Hati, jikapun kamu harus menangis... menangislah sebentar saja, iya sebentar
Jangan terlalu mendramatisasikan kesusahan yang sebentar ini, iya ini hanya sebentar
aku tidak meminta kamu selalu kokoh berdiri berani, tapi yang ku minta bersabarlah, sebentar saja

Jikapun harus merangkak, jangan lihat orang lain karena mudahnya ia melalui semua ini

jalani proses ini, dan bersabarlah... sebentar saja.

Jikapun orang menilai mu negatif, biarkan


Hati, berlarilah kepada sang Pemilik hati... 
karena aku pun tak sanggup jika terus menampung semuanya sendiri

Jumat, 20 Februari 2015

Koleksi, Apa Kabar??

Katanya lewat tulisan, kita bisa mempengaruhi orang.

Lewat tulisan dunia kita akan terasa lebih bermakna.... bahkan lewat tulisan kita sendiri, kita-pun juga bisa belajar.

Lewat tulisan, kita akan meninggalkan jejak... walaupun sudah tiada, namun tulisan kita tetap abadi, orang akan tetap mengenang kita... yaa dengan tulisan.

Apapun itu, yang jelas saat ini gue mau mempengaruhi orang lewat tulisan gue (bodo amat dibilang tulisan gw berantakan, ngilur sana ngilur sini.. yang penting gue tetap NULIS!) muahaaahaaaa *EvilLaugh*


Ini ajang pembalasan aja siih sebenarnya, karena gue pribadi orang yang gampang terpengaruh setelah baca tulisan orang lain, tulisan siapa saja. Gue mikir kalo kayak gitu berarti gue termasuk orang yang mudah didikte dong?? (ahhh.. enggak, enggak gue orang yang berprinsip, ga mudah didikte pokoknya !!) tapi iya juga sihh.. gue gampang terpengaruh *nangis dipojokkan kamar mandi idupin shower_ulaaalaa British bangeet yaaa*


Dan gue yakin ga cuma gue aja dong yaa yang labil membaca seperti itu??

Maka untuk itulah gue pengen nulis, gue pengen mempengaruhi orang! Muuahaaahaa *EvilLaughLageeee*
                                                               ========                                                                 
Ide nulis gue kalo lagi dirumah banyak banget, misalnya tentang keseharian gue di rumah (apaaan cobaa?? Kerjaan cuma tidur doang), tentang perkelanaan gue di United Kingdom nantinya, ide tentang tempat tinggal gue (ini nih menurut gue masuk daftar penting, karena kalo suatu hari gue udah di UK.. tulisan ini jadi salah satu penawar rindu nantinya),  tentang gue di Biologi Unand (maklum yaa, insyaAllah ini adalah tahun terakhir S1 J ), tentang cita-cita gue menjadi ahli konservasi Indonesia, tentang koleksi komik dan buku fiksi maupun nonfiksi, dan maasiiiihhh banyak lagiii....

Alhasil satupun tak tertuliskan *ZzzzZZzzzzZZ*


==========

Kali ini gue mau nulis tentang *Yipeeeeeeee* :koleksi komik, buku fiksi maupun nonfiksi.

Salah satu kerjaan gue kalo lagi di rumah, yaa ngeliat koleksi yang tak terurus ini *nangis goakkgoaakkan*, kasihan ngeliat tumpukan komik dan buku-bukuu ini, sejak gue udah mulai kuliah ga ada yang ngurus, ga ada yang belai-belai mereka, ga ada yang ngelap mereka dari debu (alaahhh.. emang kalo gue dirumah diberesin yaa?? Ahaaahaa ga juga sih, tapi minimal gue ngecek merekalaahh).

Sedikit sejarah tentang koleksi ini, pastinya kalo untuk komik kira-kira itu udah dari gue TK mungkin yaa. Ini awalnya abang-abang gue yang koleksi, waktu itu belum ada Naruto.  Terus tahun demi tahun komik ini udah mulai nambah juga, ada Detektive Conan, Doraemon, Donal bebek, Kungfu Boy, dan Naruto. Komik-komik ini gue kumpulin sama dua orang abang gue, trus dengan ketiga adek gue.

Seingat gue, yang ngumpulin komik Naruto pertama kali itu gue sendiri. Nah, gue beli itu ga dari nomor 1, dari nomor berapaa yaa.. nomor dua puluhan apa tiga puluhan kalo ga salah ceritanya itu tentang gurunya Shikamaru mati, ahh itu benar-benar yaa.. sediiiiiiiihhhhh banget ngeeet ngeet, sampe-sampe ga mau baca cerita itu untuk yang kedua kalinya, khusus yang tentang itu pasti gue lewatin.


gue mikir kalo kayak gini lama-lama saku gue bolong juga nih, akhirnya gue ajak lah adek-adek gue koleksi komik Naruto, dan maklum lahh ya waktu itu mereka masih polos dan gampang diajak kompromi yang pastinya menguntungkan gue. Nah, bisnis komik yang gue lakuin sama ketiga adek gue itu kayak gini, pertama-tama  gue borong komik naruto itu pake duit gue dulu, ntar di rumah gue  jual lagi ke adek-adek gue dengan harga yang sama. Lantas adek gue protes laah ya, gue punya strategi.. kalo mereka ga mau beli dengan harga yang sama yaudah ga boleh baca. Ahaahaa.. akhirnya mereka mau juga beli dengan harga segitu. Klop dehh.. gue punya komik dengan uang belanja gue tetap utuhhh. (NB: ini hanya dilakukan bagi mereka yang sudah berpengalaman).


Tentunya sekarang adek-adek gue itu udah besar dan ga gampang lagi buat ditipu secara terang-terangan, yaa pasokan komik Naruto datang dari abang gue. Terus sekarang kebanyakan gue sendiri aja yang beli. Itu khusus untuk komik Naruto.

Lain cerita dengan komik Detektive Conan, itu awalnya emang gue sendiri yang koleksi.. tapi karena banyak yang hilang, ntah itu karena di pinjam temen trus ga dibalikin. Akhirnya gue mutusin untuk berhenti berlangganan Conan, sampai saat ini cuma abang gue aja yang ngoleksi komik Conan, itupun nomornya ga lengkap.

Komik Doraemon... wah ini cerita everlasting banget yaa~ kalo boleh dibilang ini koleksi komik pertama mungkin, tentu abang gue yang koleksi duluan. Kalo dilihat-lihat komik Doraemon inilah yang paling ga terawat.. hikshikshikshiksssss.. udah banyak yang ilang, paling sekarang cuma sekitar 30-an gitu.... menggenaskan sekali.


makanya untuk Doraemon ini gue ga terlalu berlangganan juga, mau-nya sih pengen... tapi ga tegaa... pada ilang semua ntar kalo gue beli. Karena itu sebenarnya gue udah ga mau berlangganan komik lagi, hanya untuk Naruto aja gue mau berlangganan, tapi yaa ampuunn terakhir kali dicek yaitu udah banyak yang ilaaaaaaaaaaaangggggggggg!!!! Kesaaalll sumpaahhh.


Sempat terpikir untuk memindahkan semua komik ini ke dalam kardus dan dimuseumkan aja, ga ada yang boleh nyentuh.. kecuali gue. Tapi sampai sekarang niat ini ga terlaksanakan juga berhubung gue dirumah kadang cuma 2 hari atau paling lama 3 hari terus balik lagi ke Padang, jadi ya ga sempat gitu untuk merealisasikan ide ini dalam rangka penyelamatan setumpuk komik nan berharga. #SaveKomik

Lain komik, lain lagi dengan buku fiksi maupun nonfiksi. Kebanyakan untuk buku-buku tersebut gue yang beli, tanpa ada campur tangan abang-abang maupun adek-adek gue. Campur tangan orang tua??? Yaa iyaalaah campur tangan orang tua ada, karena kan kesiapa lagi gue minta uang. Juga of course  semuanya atas kehendak Allah yang mengizinkan ngoleksi semuaa ini.
 
jelas sekalee ini buku ga terawat :(
maafkaaan akuuuuhhh
Genre untuk nonfiksi kesukaan gue itu kayak politik terus sejarah, ada beberapa buku tentang Fidel castro dan peranannya di negaranya, tentang peperangan seperti peperangan rakyat Jerman di Stalingred dan lain-lain.

Fiksi yang paling gue suka itu cerita tentang orang Indonesia yang kuliah di luar negeri, novel semacam itulah yang paling gue banget yaa... ga tau napa, gue selalu excited kalo baca novel tentang luar negeri gitu, apalagi bercerita tentang kehidupan kuliahnya. Tapi gue kurang suka sih novel saduran dari luar, gue punya beberapa karya Agatha Christie, eheheee... menurut gue pribadi sih kurang dapet ceritanya.. sulit ngebayingin apa yang dikisahkan si pengarang tersebut.. emang dasar gue-nya kali ya yang emang ga minat sama genre yang begituan. Tapi tetap gue koleksi *lalalalalaaaa*

Gue paling suka gaya menulisnya Andrea Hirata, alurnya yang mengalir dengan bahasa sederhana namun sarat akan makna, dalam karyanya kita bisa meraasakan bagaimana Andrea mengobok obok emosi pembaca, wahhh salut dehh pokoknya sama gaya menulis Andrea ini, berharap gue juga bisaa sampai ke tahap menulis seperti itu.


Terus penulis berikutnya yang gue favorit itu Tere liye. Awal kesan gue sama gaya kepenulisan Bang Tere ini adalah R-U-M-I-T. Tapi enggak setelah gue benar-benar memahami salah satu novel nya yaitu ”Sunset Bersama Rosie”, kita sama-sama setuju lah yaa.. Bang Tere ini didalam setiap novelnya benar-benar ada hikmah yang selalu dia tekan kan, tapi dengan gaya penyampaian yang indah, saluuut dehh pokoknya #plokplokplokplok

Ehh ini kok jadi mengomentari gaya kepenulisan pengarang terkenal Indonesia yaa??

Daaaannn guee baru ingat, novel Bumi gue ILANG.. entah kemana?????!!!


Sama halnya dengan komik, buku-buku ini sama ga terawatnya. Gue sempat punya ide untuk mengungsikan buku-buku ini ke kostan, tapi melihat kondisi kamar kostan gue yang yang untuk baju aja masih kekurangan space, apalagi ntar gue ngungsikan semua buku-buku ini, yang ada malahan tempat untuk tidur ga ada lagi.

Huuufftt, bingung juga... padahal gue pikir hijrahnya gue ke Padang, bakalan ada yang nyelamatin semua koleksi nan berharga itu, tapi nyatanya hanya bagaikan tumpukan yang ga berguna aja (Pray for all my books).



==========

Jadi apa hubungan prolog sama isi tulisan diatas??

tanyakan pada rumput yang bergoyang atau tanyakan pada United Kingdom kapan Siti Aisyah akan berlabuh disana??