Tulisan ini sudah lama mengendap dalam kepala. Setiap katanya selalu teringat apa yang ingin saya tulis, inilah waktu yang tempat menuangkannya dalam bentuk tulisan, karna ga tau umur sampai kapan, sedangkan kita lupa mengucapkan terimakasih pada orang yang telah membantu. Ya, tentu itu semua terjadi atas kehendak Allah dan semuanya adalah milik Allah.
Beberapa bulan ini rasanya saya tersadarkan dengan kalimat ”kehendak Allah dan semuanya milik Allah”. Banyak hal yang saya pelajari dan tentunya ini sangat berharga kedepannya-sepanjang hidup. Jika tulisan ini terasa random, maka percayalah apa yang saya pikirkan tak pernah se-random itu. bahkan walaupun tulisan ini belum sampai pada paragraf akhirnya, saya bisa katakan ini adalah tulisan yang terbaik dari semua tulisan yang pernah di post di blog ini (ya seperti biasa, semua yang di post memang sangat cakar ayam sekali. Ternyata jatah gagal saya masih banyak). Kenapa saya pede mengatakan ini tulisan terbaik? Jujur ini lah tulisan yang saya tulis (lebih tepatnya ketik kali ya) pakai hati. Begitulah kata Uda A.Fuadi ”tulisan terbaik itu dihasilkan dari hati”, dan saya sangat setuju akan hal itu.
Balik lagi ke kalimat ”kehendak Allah dan semuanya milik Allah”. Pada Awalnya tidak mudah bagi saya untuk memutuskan apakah tahun ini ngambil IELTS Preparation Class. Waktu terus berjalan setelah wisuda, akhirnya dengan tabungan yang terkumpul ya tentunya pas-pasan amat sangat pas-pasan, saya putuskan untuk daftar IELTS Preparation Class. Disitu lah saya banyak belajar mengenai kalimat dahsyat tersebut, apa yang hilang dari kita, katakanlah: uang, tenaga, waktu, tempat dan bahkan rasanya kebahagiaan pun terampas, semuanya adalah kehendak dan milik Allah. Dari awal ini adalah keputusan saya, apapun resiko nya saya harus menanggungnya tanpa terus mengasihani diri sendiri (kadang ia sih, menyedihkan rasanya). Ingat apa yang dikatakan Nabi Ya’kub ketika kehilangan Nabi Yusuf?
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ayat itu pula yang selalu mengalun-ngalun dalam pikiran saya ketika masa IELTS Preparation, terus menguatkan. Tak jarang pertahanan diri roboh, lalu terjadilah aksi mengasihani diri sendiri dengan mengadu ke sosial media (alay masih, ndak pernah berubah).
Terus di masa persiapan IELTS tersebut, dengan uang pas-pasan, saya menjelma jadi ”benalu”. Hehehe..
Oleh karena itu, di tulisan ini saya ingin mengucapkan a big thanks to all those involved trough my IELTS journey, including but not limited to Zicka, Vina (saya banyak merepotkan Vina dan teman-teman kostnya, hee), Juli, Dila, dan Lusi.
A very special thanks from deep in my heart to Lisa. Walaupun belum sampai Yukeh, rasanya nama Lisa-lah yang pertama ingin saya tuliskan di kertas lalu di foto dengan latar Big Ben, Masjid East London, masjid lainnya yang akan saya kunjungi, stadion Old Traffod, stadion Stanford Bridge, stadion Anfield dan latar kampus-kampus disana. Aah begitu dekat rasanya, walaupun score IELTS masih jongkok.
Semoga segalanya dimudahkan Allah, Sa..
I just can help you with my sincere du’a that it’s guarantee in your way.
Clearly, I don’t know how to repay it for you guys
Dari awal Agustus sampai November bolak-balik Padang-Bukittinggi, kemurahan hati mereka menerima saya dikostan mereka, alias nebeng. If I’m not mistaken to count it’s totally 58 days nebeng ! thank you fellas.
Mohon maaf jika ada perkataan yang melukai, perbuatan yang tidak pada tempatnya dan segala hal yang membuat jadi ga enak selama saya nebeng, mohon dimaafkan.
Padang - Guguak Randah
November 2016
Senin, 20 Februari 2017
NAMANYA : DEBBI DAN INTAN
adalah dua orang ini yang sering gw ceritakan kondisi gw gimana-mananya, kita banyak cerita dari hal yang gak penting ke super gak penting. nama mereka gw samarkan (Samarkan?? Samarkan?? ini Rusia jaman dulu ya kayaknya) (oke lupakan), nama mereka gw samarkan jadi Debbi Yobenanda (anggap aja dia ada darah jepangnya) dan Intan Fitra Martin (suatu saat bakalan gantiin kak Intan Irani jadi Koordinator PPI dunia, HAHAHA)
kita sama-sama punya mimpi keluar negeri, ah tapi ntahlah. gw juga ga mau nulis tentang ini, mereka berdua pun juga kayaknya udah malas cerita yang beginian, as we get older mimpi keluar negeri udah ga terlalu menggebu-gebu, karna faktanya kita adalah tamatan kuliah yang sedang berjuang untuk mengayuh sampan entah mau kemana diayuhkan sampan ini. kalau gw? gw ntahlah yang dulunya menggebu-gebu ke Inggris sekarang malah terseok-seok, apakah sampan ini bakalan gw ayuhkan sampai ke negeri Ratu Elizabeth? ntahlah. atau malah nyangkut di negeri Kim Jong Un belajar buat bom nuklir? ntah juga lah. Yang jelas kalau gw belajar buat bom nuklir, gw gunakan untuk menggertak Pak Trump yang super duper imut yang telah membuat kechaosan itu.
Debbi, dia suka drama korea dari zaman sekolahan sampai sekarang malah, gw pikir ini bakalan sembuh setelah dia tamat kuliah dan kerja, ternyata makin menjadi-jadi ya. ga berhenti-henti brain wash ke gue bahwa drama korea dan hal yang berbau korea itu asik. gw tetap ga suka, malah tambah bingung asiknya drama korea itu dimana?
kalau ga karna ada teman yang suka drama korea, habis deh tu drama gw ketawakan, opa-opa saranghae. Dari sini gw belajar untuk menghormati pilihan yang berbeda, tapi kadang gw gatal juga pengen menertawakan.
tapi ga taunya si Intan juga suka drama korea. WHAT??! (saat mereka asik cerita drama korea berdua, gw bagaikan panokok nyamuak yang berada diantara mereka yang tengah asyik menggebu masing-masing bertukar cerita, gw ga tau dan ga paham sedikitpun *kesian*
Intan, ya walaupun dia suka drama korea, tapi dari Intan juga gw banyak tau tentang politisi dunia saat ini. jangan salah, Intan itu keahlian dia mengintai diplomat-politisi pokoknya yang berkaitan dengan hal tersebut! camkan itu, jarang-jarang ada loh anak tamatan teknik kimia ahli dalam mengintai diplomat. ga cukup dengan diplomat muda yang baru punya anak, yang nama anaknya sama kayak nama belakang gw (duh harus ya) -- Intan pun melebarkan sayapnya ke Kanada. canggih kan? Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, gw taunya dari Intan. Wali Kota London, Sadiq Khan, gw pun tau dari Intan.
Belakangan ini, karna marak konflik Suriah, muncul di sosial media sosok menteri luar negeri Arab Saudi, Adel Ahmed Al-Jubeir, lalu gw mention lah Intan, apakah dia tau tentang menlu tersebut. gw pikir ga tau kan ya, ee ternyata dia udah tau duluan. geleng-geleng kepala gw lihat Intan Fitra Martin tamatan teknik kimia ahli dalam mengintai politisi dunia ini.
Saat gw ngetik ini, gw tau kabar mereka udah bekerja (Debbi beberapa hari yang lalu kasih kabar dia udah terima kerja di salah satu Rumah Sakit di Padang), ya mereka berdua di Padang. Trus tinggallah beta disini, walaupun keseharian (eaa keseharian) kita emang jauh, tapi mendengar mereka di Padang, rasanya jadi tambah jauh, rasanya ada ruang kosong dalam hati beta mamaaaa (mulai alai).
Lalu apakabar beta sendiri?? ntahlah, gausah gw teruskan, ntar malah jadi ajang curhat yang ga selesai-selesai.
Hallo Intan, Debbi
semoga rezeki kalian terus dilancarkan dan berkah, tetap bahagia selalu.,
![]() |
Senin, 13 Februari 2017
HOAX? TERUS LANGSUNG TUTUP MATA DAN TELINGA?
HALLO TEMAN -TEMAN, GIMANA KABARNYA?? UDAH LAMA GA NULIS DISINI, JADI RINDUUU.. (apaan sih heboh aja lo !)
ngomong-ngomong berita HOAX, itu juga sebenarnya inti kenapa saya nulis ini, ya di latarbelakangi kasus si bapak ini, yang persidangannya ntah kapan bisa kelar, udah berepisod-episod. saya curiga ada kekuatan aneh apa yang mendukung si bapak ini.
Begini, sekarang kita cenderung mencari info di Internet atau sosial media kan? terasa tipi udah ga ada gunanya lagi, maksudnya udah jadi nomor sekian gitu kalau ada berita yang lagi hangat, langsung ketik di google, paling malas kita nunggu berita tersebut seliweran di timeline sosial media. Jadi say goodbye sama berita-berita di tipi, yaiyalah berita yang disiarkan disana banyak pelintirannya. tapi bagi saya pribadi jadi sedih sih rasanya, itu berarti juga say goodbye sama news anchor yang ketje-ketje tjakep. kayak Tommy Tjokro (HAHAHA).
Terkait berita yang seliweran ria di sosial media, tentu banyak yang manfaatin ini nyebarin berita HOAX. tujuannya juga mengelabui masyarakat, bodoh-bodohin rakyat, kalau lagi masa kampanye gini HOAX bertujuan jatuhi paslon lawan.
Hal yang ampuh untuk menghantam HOAX ini adalah (menurut saya loh ya), ketika ada rasanya berita renyeh-renyeh mengundang malapetaka lewat di beranda, ya giat dikit lah ya mencari sumber info dari berita tersebut. sayangnya orang kita malah malas cek and ricek.
juga hilangi kebiasaan cuman baca judul gede, lalu share. ga sedikit loh ya, judul doang ya gede, ternyata isi beritanya ASBUN, ga bisa dipertanggungjawabkan, asal share aja.
masa-masa rawan mengundang urat saraf tegang begini, saya lebih suka share berita orang yang kredibel akun facebook, twitter, atau instagram. kenapa begitu? gini, orang yang kredibel itu biasanya kan pintar-pintar nyaring berita ya, atau mereka nulis status ga asal bunyi. Jadi menghindari kita juga terbawa arus ikut ngeshare berita HOAX.
seiring dengan hal ini, para pejuang share, ga jarang dapat cemoohan bernada sinis gerimis mengundang luka hati:
"alaah sok ngerti politik lo"
"politik.. politik lagi"
"gara-gara share berita, sosial media ga asik lagi" (HELLOWWW emang sosial media gunanya untuk memajang tampang lo aja, takut photo-photo lo duniamaya-able itu keimpit sama berita?)
temanss ku yang hatinya baik, pintar, rajin menabung, semangat stalking mantan, ketahuilah pejuang share itu ga harus mereka yang ngerti politik. Hargailah usaha mereka yang mau berusaha mencari tau apa yang sedang terjadi di negeri ini. kalian yang diam membisu, sakit hati berita share mengimpit photo tampang memelas yang kalian posting itu, peduli apa??
"masalahnya saya ga suka politik"
yo bro, emang ngana pikir beta suka politik? ngana pikir semua orang yang suka share berita itu suka politik? pencinta politik??
"masa bodo ah, toh juga ga ada kaitannya dengan kehidupan saya. apa untungnya ikut-ikutan?"
kamu-kamu yang berpikir begitu, kalau hidup sekedar hidup, cuman mau mikirin diri sendiri, ga usah ngatain "pemerintah gak becus, diam aja". kamu aja peduli pun ga sama apa yang terjadi, baca berita aja nggak, masa bodo lagi. kalau kamu baca berita, sedikitnya tergetak lah ya hatinya "ah gw share deh, mudah-mudahan mencerahkan, bisa ikut menghantam HOAX".
Lama-lama saya jadi curiga sendiri orang yang hening ini, emang benar-benar masa bodo sama apa yang terjadi ya? (terus pake ngeles lagi "gw diam, bukan berarti ga peduli. Gw ikut do'a kok". yang namanya do'a itu diikuti usaha kan ya?. "gw usaha dengan cara diam". YAKALIII KELAUT AJA.
Kalau yang tidak diharapkan menang, kalian yang tetap berteguh pendirian untuk diam di media sosial, jangan ikut 'ngemeng' ya, karena salah satu sebab dia menang, diamnya kamu-kamu yang pintar ini ! (ngancam dikit boleh lah)
Jika saudara seaqidah kita yang di Jakarta sana masih ngeyel juga mau milih bapak itu, mudah-mudahan dengan berita yang kita share, mereka bisa sadar di detik-detik mau pemilihan. Mudahnya katakanlah begitu.
*momen ketika tulisan lebih menebas daripada pedang*
(lebih menebas? apaa ya bahasanya. yang penting begitulah)
pintar?
pandai membaca?
pandai menganalisa berita?
MANFAATKAN ! (ngetik ini sambil ngangkat pentungan)
abis tu gapapa deh posting tampang kamu-kamu yang cantik-ganteng rupawan mengalahkan Justin Trudeau (apalaah bawa-bawa nama Pak Perdana Menteri). abis tu gapapa deh, kalian posting 'kemana kalian hari ini' (siapa juga yang peduli).
temanss, ga selamanya diam itu emas.
salam pejuang share,
(jangan lupa diteliti dulu kebenaran beritanya, share yang baik jangan asal bikin urat saraf menegang, dan HANTAM TERUS BERITA HOAX)
Oke kita mulai, heemm... *benerin kacamata*
Apa yang terjadi di negeri ini semenjak berbulan-bulan yang lalu, terang membuat ricuh, ibarat kata satu negara udah ga tenang lagi hanya karna satu orang ini. Mulutnya ga bisa direm, ngomong seenak jidat, ga mikir dulu.
saya nulis ini bukan untuk menyinggung teman-teman yang non muslim, sama sekali bukan. Adalah hak kalian untuk mendukung bapak yang satu itu. Tapi lain cerita bagi mereka yang mengaku Islam, kalian sungguh menggunting dalam lipatan, dinasehati ga mempan, masih bersikeras. Apakah perkataan beliau yang terang-terangan itu ga melukai hati kalian? disimpan di mana rasa iman itu?
"Kerjaan bapak itu bagus. nampak hasilnya, membangun..."
itu kan yang teman-teman muslim jadikan hujjah untuk memilih bapak tersebut. Maka wahai saudara-saudara muslim, Fir'aun bisa membangun Mesir menjadi negara gemerlap, penduduknya hidup makmur. Tapi, Fir'aun menistakan agama Allah, maka Allah hancurkan dia (Aa Gym)
Harus sampai kapan sih telinga mata hati itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya? kenapa ga mempan dinasehati ulama yang kredibel di negara ini. Kalian ga tau, tapi dikasih tau malah ngeyel. Kenapa sampai bisa, demi bapak itu, kalian langgar ayat Alqur'an-yang juga jadi bahan olok-olokan si bapak itu, yang membuat satu negara tegang, PILKADA rasa PILPRES! sampai-sampai sosial media gak enak lagi buat dilihat, semuanya isi politik, adu-domba, dan berita HOAX bertebaran.
*****
Begini, sekarang kita cenderung mencari info di Internet atau sosial media kan? terasa tipi udah ga ada gunanya lagi, maksudnya udah jadi nomor sekian gitu kalau ada berita yang lagi hangat, langsung ketik di google, paling malas kita nunggu berita tersebut seliweran di timeline sosial media. Jadi say goodbye sama berita-berita di tipi, yaiyalah berita yang disiarkan disana banyak pelintirannya. tapi bagi saya pribadi jadi sedih sih rasanya, itu berarti juga say goodbye sama news anchor yang ketje-ketje tjakep. kayak Tommy Tjokro (HAHAHA).
Terkait berita yang seliweran ria di sosial media, tentu banyak yang manfaatin ini nyebarin berita HOAX. tujuannya juga mengelabui masyarakat, bodoh-bodohin rakyat, kalau lagi masa kampanye gini HOAX bertujuan jatuhi paslon lawan.
Beberapa hari yang lalu karena masifnya berita HOAX ini, menjadi satu tema yang diperbincangkan juga bagaimana menanggapi HOAX. singkat kata ada yang bilang: "yaudahlah ya.. kalau ga mau kemakan berita HOAX tutup tuh gadgetnya, jangan kebanyakan main di sosial media, tutup telinga tutup mata"- live your life, peace love and gaul (paansihh gak asik banget) . well, ada benarnya juga sih, tapi saya pribadi melihatnya cara pencegahan seperti itu, membuat kita tambah berpotensi kemakan berita renyeh-renyeh cari ribut tersebut.
Hal yang ampuh untuk menghantam HOAX ini adalah (menurut saya loh ya), ketika ada rasanya berita renyeh-renyeh mengundang malapetaka lewat di beranda, ya giat dikit lah ya mencari sumber info dari berita tersebut. sayangnya orang kita malah malas cek and ricek.
juga hilangi kebiasaan cuman baca judul gede, lalu share. ga sedikit loh ya, judul doang ya gede, ternyata isi beritanya ASBUN, ga bisa dipertanggungjawabkan, asal share aja.
masa-masa rawan mengundang urat saraf tegang begini, saya lebih suka share berita orang yang kredibel akun facebook, twitter, atau instagram. kenapa begitu? gini, orang yang kredibel itu biasanya kan pintar-pintar nyaring berita ya, atau mereka nulis status ga asal bunyi. Jadi menghindari kita juga terbawa arus ikut ngeshare berita HOAX.
*****
"alaah sok ngerti politik lo"
"politik.. politik lagi"
"gara-gara share berita, sosial media ga asik lagi" (HELLOWWW emang sosial media gunanya untuk memajang tampang lo aja, takut photo-photo lo duniamaya-able itu keimpit sama berita?)
temanss ku yang hatinya baik, pintar, rajin menabung, semangat stalking mantan, ketahuilah pejuang share itu ga harus mereka yang ngerti politik. Hargailah usaha mereka yang mau berusaha mencari tau apa yang sedang terjadi di negeri ini. kalian yang diam membisu, sakit hati berita share mengimpit photo tampang memelas yang kalian posting itu, peduli apa??
ya saya ngerti kebanyakan berita yang mereka bagi ngasal aja. Tapi pliss deh, ga semuanya kayak gitu. Justru orang yang peduli itu mereka tentu mengerti bagaimana memanfaatkan sosial media, agar yang lainnya ga terjebak berita-berita yang gak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, temans, yang ga ikut andil dalam hal ini (malah hobi posting kehidupan gajenya) lebih berpotensi membiarkan orang-orang termakan HOAX, dengan kata lain lagi, kalau kalian pintar menganalisa berita, ya manfaatkanlah kemampuan itu, jangan anggap sepele loh ya.
yo bro, emang ngana pikir beta suka politik? ngana pikir semua orang yang suka share berita itu suka politik? pencinta politik??
"masa bodo ah, toh juga ga ada kaitannya dengan kehidupan saya. apa untungnya ikut-ikutan?"
kamu-kamu yang berpikir begitu, kalau hidup sekedar hidup, cuman mau mikirin diri sendiri, ga usah ngatain "pemerintah gak becus, diam aja". kamu aja peduli pun ga sama apa yang terjadi, baca berita aja nggak, masa bodo lagi. kalau kamu baca berita, sedikitnya tergetak lah ya hatinya "ah gw share deh, mudah-mudahan mencerahkan, bisa ikut menghantam HOAX".
Lama-lama saya jadi curiga sendiri orang yang hening ini, emang benar-benar masa bodo sama apa yang terjadi ya? (terus pake ngeles lagi "gw diam, bukan berarti ga peduli. Gw ikut do'a kok". yang namanya do'a itu diikuti usaha kan ya?. "gw usaha dengan cara diam". YAKALIII KELAUT AJA.
******
Jika saudara seaqidah kita yang di Jakarta sana masih ngeyel juga mau milih bapak itu, mudah-mudahan dengan berita yang kita share, mereka bisa sadar di detik-detik mau pemilihan. Mudahnya katakanlah begitu.
*momen ketika tulisan lebih menebas daripada pedang*
(lebih menebas? apaa ya bahasanya. yang penting begitulah)
*****
pandai membaca?
pandai menganalisa berita?
MANFAATKAN ! (ngetik ini sambil ngangkat pentungan)
abis tu gapapa deh posting tampang kamu-kamu yang cantik-ganteng rupawan mengalahkan Justin Trudeau (apalaah bawa-bawa nama Pak Perdana Menteri). abis tu gapapa deh, kalian posting 'kemana kalian hari ini' (siapa juga yang peduli).
temanss, ga selamanya diam itu emas.
salam pejuang share,
(jangan lupa diteliti dulu kebenaran beritanya, share yang baik jangan asal bikin urat saraf menegang, dan HANTAM TERUS BERITA HOAX)
Jumat, 06 Januari 2017
MENGAPA AKU MENULIS?
kecewa kuota internet habis, ga bisa nonton drama turki,.
Oke sebagai pelampiasan, gw buka lagi ”Letter From Turkey” karangan Faris BQ.
Kekecewaan mulai terobati, membaca lagi bagian yang telah gw kasih garis
sebelumnya, jadi ga perlu baca utuh semuanya. Dari sekian bagian penting yang
gw garis-garis, pada halaman belakang ada tulisan dari Orhan Pamuk, peraih
nobel asal Turki di bidang sastra. Tulisan ini mewakili alasan-alasan kenapa gw
menulis., (sok penting gitu ya, padahal cakar ayam. Yasudalah namanya juga
hobi. gimana lagi. Jangan protes)
I write
because I have an innate need to write.
I write
because I can’t do normal work as other people do.
I write because
I want to read books like the ones I write
I write
because I am angry at everyone.
I write
because I love sitting in a room all day writing
I write
because I can partake of real life only by changing it.
I write
because I want others, the whole world, to know what sort of life we lived, and
continue to live, in Istanbul, In Turkey.
I write
because I love the smell of paper, pen, and ink.
I write
because I believe in literature, in the art of the novel, more than I believe
in anything else.
I write
because it is a habit, a passion.
I write
because I am afraid of being forgotten.
I write
because I like the glory and interest that writing brings
I write to be
alone
Perhaps I
write because I hope to understand why, I am so very, very angry at everyone.
I write
because I like to be read.
I write
because once I have begun a novel, an essay, a page I to finish it.
I write
because everyone expects me to write.
I write
because I have a childish belief in the immortality of libraries, and in the
way my books sit on the shelf.
I write
because it is exciting to turn all life’s beauties and riches into words.
I write not to
tell a story but to compose a story.
I write
because I wish to escape from the foreboding that there is a place I must go
But –as in a dream-
can’t quite get to.
I write
because I have never managed to be happy.
I write to be
happy.
REDAMLAH TULISAN NYELENEH ITU #SYRIA #KONFLIK
Saat ini gw masih nunggu berita tentang pengungsian warga Suriah. Melewati
musim dingin dengan tak ada jaminan bahwa keluar hidup-hidup dari zona perang
adalah suatu cobaan yang amat sangat. Gw sendiri sampai detik ini memang nggak
pernah merasakan bagaimana musim dingin itu, apalagi hidup di zona perang. Yang
pernah gw alami adalah November-Desember saat ini suhu di Agam drop menurut gw,
amat sangat dingin, walaupunpun faktanya nggak pernah menyentuh angka 15 drajat
celcius, tapi itu udah cukup buat gw menggigil, tangan sakit, jantung berdetak
kencang, susah mengendalikan gemeretak gigi. Gw pikir ”yaAllah segini lemahnya
hamba pada saat musim penghujan, apakabarnya dengan musim dingin.” Tentang zona
perang pun apalagi, yang gw pernah alami adalah tidur di tenda saat kuliah
lapangan. Nggak lebih dari 3-4 malam. Lalu gimana dengan masyarakat di zona
perang itu? amat sulit. Gw bisa rasakan. Gimana air bersih mereka? Gimana
mereka melewati musim dingin?
Kita nggak butuh retorika nyeleneh ”ga usah ikut campur/berkomentar tentang konflik
tersebut”, SO WHAT? Saat berbicara seperti itu di kemanakan akal?
Terbuat dari apa hati itu?
”kita gausah sok tau, kita
belum pernah ke Suriah. Biarkan yang berkewajiban mengurusi”
Gw jujur mau sumpal mulut orang yang ngomong ini. Untuk merasakan apa yang
terjadi disana, GA PERLU LO TERJUN LANGSUNG KE SURIAH BARU TAU GIMANA RASANYA.
SAMPAI KE ALAM BARZAH PUN LO GA BAKALAN PEDULI DENGAN YANG BEGINIAN.
SAMPAI BAPAK, IBU, ANAK, SAUDARA LO YANG JADI KORBAN, BARU MULUT ITU
MENGANGA.
”Ga usah sok share berita
itu, hoax. Itu cuman kerjaan media barat yang memperparah dan melebai-lebaikan
berita”
Haii, punya akal? punya mata untuk baca dan membedakan mana berita benar
atau salah? GUNAKAN. Lo aja tau mana berita benar tentang kehidupan pribadi
mantan, kehidupan pribadi artis hollywood, artis korea. Nah kenapa tiba-tiba
sok bijak bilang berita konflik itu hoax?
Memang banyak orang yang share tanpa baca, tanpa teliti dulu. Tapi itu
bukan lah alasan kita untuk ikut diam tanpa peduli apapun. Sekarang kalau di
tanya ada ikut do’akan mereka di sujud akhir? Ada do’akan mereka sampai ikut
keluar air mata? Gimana ikut simpati, baca berita aja nggak, masa bodo lagi.
Gw pribadi juga pernah salah ikut share berita yang ternyata kebenarannya
itu diragukan. Nah, dari situlah gw menganalisa sendiri mana berita yang benar
atau Cuma di bumbui. Dari situ gw belajar lagi. Sekarang gini ya, betapa
mengerikannya orang yang pandai beretorika ternyata disana ada kepentingan yang
merugikan korban perang tersebut, mari kita katakan yang mendukung pembantaian
di Aleppo. Nah, orang-orang seperti itu lah yang beritanya kita redam. Dengan
kalian yang pandai membaca, menganalisa, sarjana, jangan ikut diam aja. Kasihan
mereka yang terjerumus baca berita sesat itu, karena kita diam.
Sekarang anak muda mainnya gadget, sosial media, ya ramaikan dengan
pemberitaan di sana. Dulu waktu gejolak perang di Afganistan dan Amerika
intervensi Irak, siaran tv heboh tuh. Gw masih ingat. Dimana-mana TV lokal ikut
menyiarkan. Sekarang mana ada. Kesempatan kita ikut berpatisipasi di media
sosial. Tapi gunakan kemampuan untuk menganalisa mana berita yang benar atau
cuman hoax. Kita pasti bisa menganalisanya. Lah lo aja berkutat di skripsi
sampai 6 bulan-1 tahun, kan udah cukup terlatih menyaring bacaan yang benar, ya
kan?
Oke kalian ga suka politik.
Gw pun juga ga suka. Makan hati kalau suka. Kata orang politik udah
terlanjur abu-abu.
Tapi itu jangan jadikan alasan kita untuk ga peduli sama tragedi
kemanusiaan itu.
Ga sedih/haru atau apa gitu, lihat anak kecil belum 5 tahun muraja’ah di
camp pengungsian. Atau emang ga tau beritanya? Atau anggap berita itu hoax?
Sekali lagi gunakan otak untuk menganalisa beritanya. Dan redam tulisan yang
nyeleneh itu. Jangan takut di bilang sok ikut campur politik. Kita gaada
simpatinya sama politik semrawut, mau siang malam bahas siapa benar siapa salah
silahkan, tapi itu loh peluru selalu ”nyasar” ke anak-anak dan orang yang tak
berdaya. Sementara, organisasi yang katanya bertujuan untuk melindungi
perdamaian dunia masih menganggap wacana ”Safe Zone” di kawasan tersebut ga
penting. Sekarang udah darurat seperti ini baru teriak-teriak buat Safe Zone.
Telat pak, telat. Itu warga harus diungsikan segera keluar.
Udah lah untuk saat ini, sangat emosional nulis ini. Sampai kemana-mana
topiknya. Sangat sulit bersikap dingin di situasi seperti ini. Semoga saat gw
baca tulisan ini kembali, darah ga menggenang lagi di daerah konflik itu,
semoga ada langkah tegas dari negara-negara yang diharapkan.
YOUR SILENCE IS A CRIME FOR THEM
Rabu, 28 September 2016
MIND MAPPING
Ketika belajar IELTS dari buku Vocabulary for IELTS Advanced karangan Pauline Cullen kan ada tuh disetiap lembarannya dibagian samping kanan buku tersebut dikasih note atau test tip kan, nah gw baca bagian Vocabulary note –nya begini “If you are a visual learner, making a mind map can help you to turn a list of vocabulary into a single image which you are more likely to remember.”
Nah jadi beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika gw masih anak sekolahan. Ada suatu pelatihan bagi guru seperti cara cepat bagi guru menerangkan pelajaran atau ya semacam itulah mungkin atau cara cepat si murid nangkap pelajaran atau ngafal dengan mudah (I don’t know what exactly to write to explain that thing) , lalu diperkenalkanlah metode mind mapping ini. Setelah itu, jadilah guru-guru di kelas ngasih materi pakai mind map ini, you know what ? the first thing accrossed in my mind: MIND MAPPING IS TOTALLY RUBBISH !!
Hal yang paling menyebalkan adalah ga hanya satu dua tiga pelajaran gw keteteran karna kebanyakan guru yang ngajar nerapin sistem mind mapping ini, whether they like it or not. Dan berita bagusnya adalah catatan gw jadi berantakan gara-gara mind map, ga berhenti sampai disitu, beberapa guru mewajibkan setiap ringkasan pelajaran di buat mind map. Serius ini beban buat gw waktu itu, entahlah teman-teman yang lain menyukai hal ini, ya basicly ini emang kelihatan mengasyikkan, menggambar mewarnai things like that. Maksud gw, gw juga suka loh menggambar mewarnai tapi ya semuanya ga dibikin seperti itu lah, ada tempat nya loh. Bagi sebagian orang mind map ini begitu mempersulit mereka untuk belajar, alih-alih memudahkan untuk ngafal pelajaran, dan sebagian orang itu termasuk saya sendiri, nah kena imbasnya kan.
Balik lagi ke kalimat ”if you are a visual learner...” hal itu yang seharusnya kita pahami bersama, bahwa ga semua orang (murid) itu visual learner. Ananda berharap bagi pengajar-pengajar yang kami hormati jangan paksakan para murid sesuatu yang membuat mereka terbeban, ya seperti mind map ini. Kalau begini kan esensi dari mind map itu sendiri tidak tersampaikan. Tidak salah memang ketika ada suatu cara ditemukan untuk membuat belajar jadi menyenangkan, TAPI INGAT ga semua nya loh bisa diterapkan ke semua murid secara merata, ga semua murid cara belajarnya sama. Mereka terlahir dengan kepintarannya masing-masing dan cara meraih hal yang mudah untuk belajar itu juga macam-macam, ga hanya di patok untuk satu cara tersebut, hal yang terbaik adalah bebaskan mereka dalam belajar, karna ya itu tadi cara mereka dalam menyerap pelajaran itu berbeda-beda.
Jika ada suatu sistem yang ampuh bagi si A B C D E F, belum tentu ampuh bagi yang lainnya, ya it’s okey they claimed this system can work out for majority student, but how about the others? Mayoritas itu kan ga semuanya loh ya. Jadi beban sebenarnya jika hal ini diterapkan ke semua murid. (Cukup jam pelajaran yang panjang beban bagi mereka, jangan tambah yang lain lagi HAHAHAHA Canda deng !)
Ingat film Three Idiots ??
Untuk dampak yang lebih buruknya bisa saja si murid itu mengalami hal yang sama, bayangkan jika dia nulis dibukunya kalimat ”I QUIT”, karna ga tahan lagi and then something bad happen.
Aaa udah kemana-mana jalan ceritanya, kebiasaan ini mah.
So here is the sum up what we talked about (in case you are too lazy to read 528 words above; Kalau malas baca tulisan cakar ayam diatas)
Oke sekiaan, mohon didoa’kan kebaikan untuk yang ngetik ini yaa~~
Rabu, 24 Agustus 2016
What Will You do if this is WAR ZONE?
(Dalam rangka membersihkan document-document yang ada di Laptop, semuanya diungsikan ke sini, biar abadi.. InsyaAllah. Entah apa yang ada dalam pikiranku ketika menuliskan hal ini. Kalau dibaca kembali memang aut-autan tulisan tersebut. Tapi ndak apalah..)
Di sore hari, jum’at 7 juni 2013 jam 4
sore lewat 58.
Lama terpikir agar aku menuntaskan
tulisan ini,, ahh… wanna start the new one.
Hanya sebuah pikiran yang selalu
mengganggu disaat diamku, aku mencoba untuk menuangkannya dalam tulisan.. yaa sebuah
tulisan yang “begitu berantakan”,,
Begini, ini bukanlah tentang perang yang
saat ini berlangsung di Syria, bukanlah sebuah penindasan yang setiap hari,
setiap detik terjadi pada Muslim Rohingya, bukan tulisan tentang jihad di Palestina,
bukan tentang kehidupan yang begitu mengerikan jika kita hidup ditahun 1958,
dimana kita bagian dari sejarah mengerikan Stalingred, bukan pula kisah yang
kubuat untuk mengingatkan kita pada ketidakadilan yang terjadi pada Muslim Chechnya,
pembantaian mengerikan di Lebanon tahun 1982 di camp pengungsian Shabra and Shatila……
bukan,
bukan itu yang ingin kutulis…!
Just take a minute in your 24 hours,
a minute .. just it !
Hahhaa.. senang sekali rasanya.. the
world in my fingers, semuanya bisa kulakukan.. aku bisa melihat keadaan di
inggris saat ini, aku bisa mengikuti berita terbaru diseluruh dunia, bahkan
jika aku cukup “pintar” aku bisa mengikuti perkuliahan di Oxford, yaa semuanya
dengan bantuan instan teknologi canggih internet ini.
Kamu bisa mengikuti keseharian band,
boyband, girlband, aktris, aktor kesayanganmu… dimanapun mereka berada. Yaa..
contohnya aku.. aku bisa melihat Maher Zain saat dia bagian dari team human
appealing datang ke Syria. Yaa.. dan artis lainnya kalian juga bisa update
tentang Justin Beiber, Mariah carey, adam Levine, Jason mraz, Christina
Aguilera, Selena Gomez, Colbie Cailet, David Gueta, atau yang booming begitu
boomingnya artis2 dari korea… cuiiiitt cuiiiitt.. siapa lagi kalau bukan….
(entahlah, kawan kau lebih tau dariku tentang yang ini, karna aku bukan..ehh
memang tak mengikuti berita mereka).
TUNGGU DULU, YANG DIATAS BARU CUMA
PROLOG DOAANNG..(come on, come along with me…)
Aku mencoba mengaitkan beberapa
paragraph diatas dengan paragraph di bawah ini (entah memiliki keterkaitan.. entah
enggak… hehhehe)
Sebenarnya tadi, aku baru selesai nonton
film Narnia , lagi.. lagi .. lagi dan lagi entah berapa kali film itu kutonton.
Yang menarik bagiku dari film ini adalah gaya peperangan nya, peperangan yang
mengingatkan ku akan perang pada zaman rasulullah, (beberapa perang yang
dijabarkan oleh guru2 ku di sekolah)… aku mencoba “masuk” dalam perang itu, dan
merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian dalam perang tersebut. Aku berfikir
beginikah rasanya perang itu… beginikah rasa hebatnya, dan beginikah rasanya
memegang pedang itu. Lalu bagaimana rasulullah melalui semua tahap demi tahap
peperangan itu?? bagaimana para sahabat bisa dikuatkan ditengah perang yang
berkecamuk ?? (jangan bilang ini hanya kun fayakun)… bagaiman ketepatan memanah
saat kondisi sulit seperti itu?? Bagaimana para sahabat dan pejuang kita dahulu
berfikir tepat disaat2 kritis?? (ingatkan bagian si peter menyuruh si Edward
berbalik, karna situasi yang tidak memungkinkan, nahh saat itu kuda si peter
kena panah lawan, dia terjatuh… lalu apa tindakan yang diambil si Edward ?).. (
kalau lupa ,tonton sendiri dehh :D)
NAH.. SEBENARNYA SEBENARNYA… INI BELUM
INTINYA JUGA…,
(lagi susah mikirin apa yaaa
selanjutnya…. Padahal tadi menggebu-gebu ingin menyelesaikan ini -_-, gara2 film Narnia tadi tuu….! )
Jam 5 sore lewat 54… terdengar dari masjid seberang kost-ku suara
Muhammad Thaha Aljunaidi mengalun indah melantunkan Surat Almulk (salah satu
surat fovoritku, surrah favorit kamu apa?? … #plakkk … apa ??? ga punya surrah
favorit?? )
Langsung aja deehh.. jadi begini, ini
yang kufikirkan , kita.. kita adalah generasi yang hidup atas darah perjuangan2
generasi kita dahulu. Ehh.. gak ini, delete lagi..
Ehemm…, jika kita hidup pada masa sulit
dimana peperangan terus terjadi, jika kita dilahirkan dizaman penjajahan, jika
kita adalah warga Bolivia, jika kita adalah muslim pattani, jika kita adalah
warga rohingya, jika kita adalah muslim Chechnya, jika kita adalah orang irak, jika
kita hidup pada masa perang rusia-jerman, jika kita bangsa Lebanon, jika kita
adalah warga afganistan, jika kita hidup di Syria, jika kita adalah warga
palestina,, apa yang akan kita lakukan?? Atau kita berandai2 bagian dari perang
nyata di film Narnia itu?? Apa tindakan kita???
uuuppss.. tunggu dulu,, tapi tidak
kawan… nyatanya kita diberi kemudahan, kita hidup di negeri dan di masa yang
damai sejahtera sentosa aman terkendali, dimana kita tidak harus melalui
saat-saat perih menjadi bagian dari korban perang, dimana kita tidak harus
melihat mayat yang bergelintangan dan ternyata itu adalah mayat saudara kandung
kita sendiri,, tidaaakkk.. !! kita hidup di negeri yang begitu damai, perang
tak ada, dan kita tidak harus menjadi bagian dari sejarah terburuk, kita aman.
Kita tidak tinggal di camp pengungsian,
kita tinggal di rumah yang nyaman (ahhh… aku cukup tau bagaimana rasanya tidur
ditenda, cukup bagiku kuliah lapangan mengingatkanku akan camp pengungsian
korban perang, sungguh.. sungguh tidak nyaman, kadang kita harus berbagi tempat
tidur dengan lintah atau pacet… ohhh Allah, tidak lagi jangan yang seperti itu
--->> panjang ceritanya masa suram kuliah lapangan, masa2 tidur bagaikan
korban perang, tidur beralaskan hujan yang mengguyur, tiba2 tidur dibangunkan
oleh dentuman bom ehh.. teriakan para asisten.)
Kawan, kita aman, kita di zona aman.
Berbanding terbalik, dengan sudut yang melebihi
360 derajat, susah dijabarkan dengan rumus ve samadengan es per te .. susah dijabarkan dengan aljabar linear
bahkan rumus runyam fisika sekalipun, atau rumus algoritma ( #plakk truss apa
hubungannya !), bahwa hidup kita memang berbeda dengan mereka yang hidup
dinegara2 pergolakan, kita aman, kita tak mendengar dentuman bom saat tidur,
kita aman dan kenyataannya memang kita di zona aman.
Lalu ketika aman itu bisa kita
defenisikan pada waktu yang sama, kita enak2an diatas kasur didepan laptop,
sibuk kasak kusuk cari berita terbaru tentang idola pujaan antah brantah
sementara dibelahan bumi lain seorang anak menangis, menangis bukan karna
koneksi internetnya putus tiba-tiba.. menangis karna 2 menit yang lalu ia masih
melihat senyum keluarganya tapi tiba-tiba semuanya….,, kita amankah??
Bebas dari cekaman rasa takut yang
dialami oleh anak2 korban perang..
memang kita bebas dari rasa itu. Tapi aku selalu menjurumuskan diriku kedalam
zona bahaya tersebut, dan berpikir bagaimana jika aku berada pada posisi
anak-anak korban perang tersebut??.. bagaimana jika aku dilahirkan pada saat
perang tabuk?.. bagaimana jika aku berusia 7 tahun pada saat zaman penjajahan??
Bagaimana jika aku adalah warga Afganistan, yang terang-terangan kapan saja
bisa diciduk oleh petugas dan langsung di bawa ke Guantanamo tanpa ada kasus ke
pengadilan sedikitpun? Bagaimana jika aku adalah anak 12 tahun Palestina yang
harus hidup di camp pengungsian bertahun2?? Bagaimana jika aku adalah warga
irak yang siap memegang senjata AK 476, lalu disangka teroris?...
Pertanyaan nya adalah : apa yang harus
aku lakukan jika aku berada pada salah satu posisi tidak aman tersebut ??
Lalu haruskah aku berteriak.. ohh
tidakkkk Robert Pattinson tolongggg lah penggemar mu ini, Lee Min Ho (benar ga tulisannya??) tolong
akuuu, bieber kumohon tolongggggg aku… zain malik bawa akuu, aku tak mau hidup
di Negara perang ini, rihanna… plisssss take me out…,, Adam Levine tolongggg
akuuu (biiuuhhhh……..!!!)
Kondisi alay tersebut hanya terjadi jika
aku sefanatik itu, adakah kejadian yang lebih lucu lagi daripada hal ini?? (
mengingat otak aku hanya di penuhi mereka-mereka yang antah brantah itu, bukan
“aku” yang sedang mengetik ini lohh :P)
(yaa begitulah, jika ada yang merasa terzhalimi setelah membaca tulisan
cakar ayam ini, mohon didoa’kan yang baik-baik untuk penulis yaa.. :D )
Langganan:
Postingan (Atom)


